Sawo Duren

Sawo Duren

sawo duren

Sawo duren umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar dan dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku es krim dan selai. kulit kayu, getah, buah dan bijinya memiliki khasiat obat kayaknya yang berwarna coklat kemerahan itu cocok untuk keperluan kontruksi dan cabangnya yang tua digunakan sebagai medium untuk menumbuhkan anggrek.

tumbuhan ini merupakan pohon yang selalu hijau, cocok dengan model arsitektur troll, tingginya sampai 30 meter, bergetah putih yang lengket. rantingnya banyak, plagiotrop, berbulu coklat atau gelap present. bagian pangkal cabang utama yang tegak dan menonjol bergabung membentuk pangkal batang dan daunnya bergetah purih seperti susu, berbentuk lonjong sampai bundar telur sungsang , berukuran 5 – 16 cm X 3 –  6 cm panjang, kedua belah sawo duren daunnya berwarna kemerahan campur warna besi dan sutra tetapi lembaran atasnya bekas menjadi lokasi peralatan sebenernya yang hampir sejajar. Sawo duren tumbuh dengan subur pada hampir semua tipe tanah dan dalam kisaran iklim yang luas.

di seluruh asia tenggara tanaman ini tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 400 mdpl dan di daerah yang musim kering atau gas di tempat tumbuh yang lebih disenangi adalah tanah yang sedikit asam dan mudah dikeringkan. langkah pembudidayaan sawo duren ini yaitu yang pertama perbanyakan dan penanaman sawit duren dapat diperbanyak dengan benih, cangkokan, sambungan sanding energi, sambungan biasa grafting dan tempelan atau budin ini yang berasal dari buah yang matang berkecambah sedalam 1 cm dengan jarak 2 – 3 cm dalam kotak terkejam bahan atau di persemaian yang disiram secara teratur jika 3 – 5 daun dewasa telah berkembang semai itu dipindah tanamkan ke dalam pot tanaman yang disemai kemudian disiram dengan teratur dan diberi naungan dengan. setelah berumur 6 – 8 bulan anakan ini dapat dijadikan batang bawah. perbanyakan aseksual dianjurkan untuk memperbanyak pohon kultivar unggul. jika hendak ditanam di lapangan ataupun jarak tanamnya ialah 10 – 12 m. penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan dengan di sekeliling pohon sawo duren secara teratur dan penyiraman selama periode tanpa hujan yang berkepanjangan.

Pemupukan dilakukan dengan dosis 150 – 200 gram per pohon amonium sulfat rumah 2 kali setahun untuk pohon yang sedang tidak berbuah. Pohon yang pertumbuhannya maksimal mungkin memerlukan 3 kg pupuk atau lebih pupuk lengkap setahun ini diberikan pada awal dan menjelang akhir musim hujan. hanyalah dibenamkan kedalaman galian yang dibuat mengelilingi pohon yang dimasukkan ke dalam lubang tanam di bawah kanopi pohon sawo duren dipangkas menurut bentuk yang dikehendaki dengan cara meninggalkan 2 atau 3 apa saja. untuk dibiarkan berkembang serta memotong cabang yang jelek yang saling menumpang serta bercorak budha air. dua saluran hendaknya dipanen setelah matang benar, tandanya ialah kulit buahnya setelah berwarna hijau muda bagilah pada saat awal pembuahan 500 gram bubuk lengkap diberikan dua kali setahun. pemanenan hanya dilakukan selektif sebab buah yang berada di pohon tidak akan masak bersama-sama atau coklat kekuningan untuk kultivar hijau dan lembayung pucat sampai lembayung tua untuk kultivar lembayung. dan dua dipungut dengan cara memotong tangkainya dengan gunting atau dengan menggunakan galah bambu panjang yang ujungnya diberi jaring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *