Panduan singkat zakat fitrah dan zakat mal

Prasyarat Bayar Zakat

Yang harus keluarkan zakat yaitu yang Islam serta merdeka, tidak dipersyaratkan mesti baligh serta berakal. Karna orang hilang ingatan serta anak kecil bila memanglah mempunyai harta yang telah penuhi prasyarat juga tetaplah di keluarkan zakatnya.

Terkait dengan harta yang di keluarkan, prasyarat yang perlu dipenuhi yaitu : (1) harta itu dipunyai dengan prima, (2) harta itu yaitu harta yang berkembang, (3) harta itu sudah menjangkau nishab, (4) sudah menjangkau haul (harta itu bertahan sepanjang satu tahun), (5) harta itu adalah keunggulan dari keperluan pokok.

Sebagian harta yang beberapa ulama setuju harus dikenai zakat yaitu :

Atsman (emas, perak serta mata uang).
Hewan ternak (unta, sapi, serta kambing).
Pertanian serta buah-buahan (gandum, kurma, serta anggur)

Info :

Semuanya harta zakat diatas memerhatikan haul (bertahan setahun hijriyah) terkecuali zakat hasil pertanian di keluarkan setiap saat panen.
Zakat perhiasan emas serta perak terserang zakat serta harus di keluarkan tiap-tiap tahunnya bila selalu ada diatas nishab.
Imam Malik serta Imam Syafi’i memiliki pendapat kalau zakat hasil pertanian itu ada pada tanaman yang disebut keperluan pokok serta bisa disimpan.
Pada zakat barang dagangan, barang itu bukanlah termasuk juga harta yang aslinya harus dizakati seperti hewan ternak, emas, serta perak.
Perhitungan zakat barang dagangan = nilai barang dagangan + uang dagang yang ada + piutang yang diinginkan – utang yang jatuh tempo.
Harta rikaz bermakna harta jaman jahiliyah datang dari non muslim yang terpendam yang di ambil dengan tidak disengaja tanpa ada bersusah diri untuk menggali, baik yang terpendam berbentuk emas, perak atau harta yang lain.

Ketetapan untuk Zakat Fitrah

Zakat fithri atau zakat fitrah yaitu shodaqoh yang harus dikerjakan oleh tiap-tiap muslim pada hari berbuka (tidak berpuasa sekali lagi) dari bln. Ramadhan.
”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum untuk tiap-tiap muslim yang merdeka ataupun budak, lelaki ataupun wanita, anak kecil ataupun dewasa. Zakat itu diperintahkan untuk di keluarkan sebelumnya beberapa orang keluar untuk melakukan shalat ‘ied. ” (HR. Bukhari, no. 1503 serta Muslim, no. 984)

Zakat fitrah harus dikerjakan oleh : (1) tiap-tiap muslim, (2) yang dapat keluarkan zakat fitrah. Batasan dapat disini yaitu memiliki keunggulan makanan untuk dianya serta yang di beri nafkah saat malam serta siang hari ‘ied.

Kepala keluarga harus membayar zakat fitrah orang yang ia tanggung nafkahnya. Menurut Imam Malik, ulama Syafi’iyah serta sebagian besar ulama, suami bertanggungjawab pada zakat fithri si istri karna istri jadi tanggungan nafkah suami.
Seorang mulai terserang keharusan membayar zakat fitrah bila ia berjumpa terbenamnya matahari pada malam hari raya Idul Fithri.

Bentuk zakat fitrah yaitu berbentuk makanan pokok seperti kurma, gandum, beras, kismis, keju serta semacamnya. Beberapa ulama setuju kalau kandungan harus zakat fithri yaitu satu sho’ dari semuanya bentuk zakat fitrah terkecuali untuk qomh (gandum) serta zabib (kismis) beberapa ulama membolehkan dengan 1/2 sho’.
Satu sho’ dari semuanya type ini yaitu seukuran empat cakupan penuh telapak tangan yang tengah.

Ukuran satu sho’ bila diprediksikan dengan ukuran timbangan yaitu sekitaran 3 kg. Ulama yang lain menyebutkan kalau satu sho’ kurang lebih 2, 157 kg. zakat fitrah dengan uang Berarti bila zakat fithri di keluarkan 2, 5 kg seperti kebiasan di negeri kita, telah dipandang sah.
Zakat fitrah dengan uang tidak sah. Abu Daud, murid Imam Ahmad bercerita, “Imam Ahmad sempat di tanya serta saya juga menyimaknya. Beliau di tanya oleh seorang, “Bolehkah saya menyerahkan sebagian uang dirham untuk zakat fitrah? ” Jawaban Imam Ahmad, “Aku cemas sesuai sama itu tidak sah.

Keluarkan zakat fitrah dengan uang bermakna menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. ” (Al-Mughni, 4 : 295)
Saat pembayaran zakat fitrah ada dua jenis : (1) saat afdhol yakni dari mulai terbit fajar pada hari ‘idul fithri sampai dekat saat proses shalat ‘ied ; (2) saat yang dibolehkan yakni satu atau dua hari sebelumnya ‘ied seperti yang sempat dikerjakan oleh teman dekat Ibnu ‘Umar.